Narasi Padang Gurun : Tafsir Teologis Kitab Bilangan Dalam Perspektif Kontekstual di Indonesia
Abstract
Narasi padang gurun (wilderness narrative) dalam Kitab Bilangan seringkali dipahami hanya sebagai simbol penderitaan atau ujian iman bagi bangsa Israel. Namun, artikel ini menawarkan perspektif baru: membaca narasi itu sebagai pola transformasi iman yang integral dan relevan bagi konteks Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui hermeneutika kontekstual, dipadukan dengan kajian literatur. Fokusnya adalah menganalisis dinamika padang gurun mulai dari keluhan, tuntunan ilahi, purifikasi, pembaruan, hingga rekontekstualisasi dan mengaitkannya dengan pengalaman gereja di Indonesia yang menghadapi “gurun sosial” yaitu krisis ekonomi, marginalisasi, kerusakan lingkungan, dan tantangan modernitas sekuler. Hasil penelitian menemukan bahwa, Pertama, narasi padang gurun dipahami bukan sekadar dimensi spiritual-individual. Ia hadir sebagai kerangka kolektif, ekologis, dan misioner yang menghubungkan iman dengan kehidupan komunitas. Kedua, penelitian ini mempertemukan teks Perjanjian Lama dengan wacana teologi kontekstual Indonesia, sehingga menghasilkan model transformasi iman yang dapat dijadikan paradigma praksis bagi gereja lokal dalam merumuskan spiritualitas padang gurun yang relevan dengan realitas dan praktik sosial-ekonomi, ekologis dan religius pada masa kini.
DOI: https://doi.org/10.52104/harvester.v10i2.410
Refbacks
- There are currently no refbacks.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
HARVESTER telah terindeks pada situs:
![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() | ![]() |
|



1.png)






