Budaya Populer Marvel sebagai Arena Dialog Teologi Kristen bagi Pelayanan Kaum Muda
Abstract
Perkembangan budaya populer yang semakin cepat oleh dukungan kemajuan teknologi media digital yang telah merambah ke semua lapisan masyarakat termasuk kaum muda. Kaum muda adalah kelompok yang cepat merespon perkembangan budaya populer khususnya hiburan menonton film. Film-film karya Marvel tidak sekedar dianggap sebagai hasil seni kreatifitas di industri hiburan perfilman semara tetapi juga dikaitkan dengan isu-isu kekiniaan yang dihubungkan dengan teologi iman Kristen seperti kebaikan, kebenaran, keselamtan, dosa dan penebusan. Penelitian ini akan menghasilkan sikap gereja terhadap perkembangan budaya populer terhadap pelayanan kaum muda beserta langkah-langkah konkrit dalam menjembatani penggunaan budaya populer Marvel dalam pelayanan kaum muda masa kini.
References
Anggraeni, Mela. “Mengenal Apa Itu Budaya Populer Dan Contohnya Di Indonesia.” GNFI, 2024. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/08/09/budaya-populer-dan-contohnya-di-indonesia.
Barus, Daniel Opristanta. “Penyelamat Berbalutkan Kekerasan: Peran Film Populer Dalam Teologi Yang Dihidup Umat.” Jurnal Aradha 1, no. 1 (2021): 55–70. https://doi.org/10.21460/aradha.
Enns, Paul. “The Moody Handbook of Theology: Revised and Expanded” 6, no. 11 (2016): 951–52.
Fabian Satya Rabani. “Melihat Kembali Pengaruh Film Marvel,” n.d. https://www.netralnews.com/melihat-kembali-pengaruh-film-marvel/dVgrQlQ2OWZySU5pZWJEUjN4d1BuQT09.
———. “Melihat Kembali Pengaruh Film Marvel,” n.d.
Gregory Stevenson. Theology and the Marvel Universe, 2021.
Harvey, Kevin. All You Want To Know About The Bible in Pop Culture. Thomas Nelson, 2015.
Jennifer Baldwin. Marveling Religion. Marveling Religion, 2022. https://doi.org/10.5771/9781793621399.
Lars de Wildt. The Pop Theology of Videogames. Authentic Learning for the Digital Generation, 2018. https://doi.org/10.4324/9781315794808-8.
Mark Oestreicher. Youth Ministry 3.0 : A Manisfesto of Where We’ve Been , Where We Are, and Where We Need to Go. Zondervan, 2008.
Nathan Clarkson. “Masalah Budaya Pop Bagi Orang Kristen,” 2024. https://www-patheos-com.translate.goog/blogs/crossandculture/2024/03/the-pop-culture-problem-for-christians/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc.
Pratama, Rifka. “Film Doctor Strange In The Multiverse Of Madness (2022) Sebagai Budaya Populer: Sebuah Perspektif Penonton Indonesia.” Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi 5, no. 2 (2022): 84–93.
Tazakka, Muhammad Sulthan, Rama Purba Dewa, and Ananda A’raaf Putro. “Representasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Film (Studi Semiotika Representasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Film ‘Mantan Manten’ Karya Farishad Latjuba).” Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 5, no. 4 (2020). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i4.1080.
Vienshe, Nugraha. “‘No Super Serum, Blond Hair, or Blue Eyes’: Penggambaran Mesias Kulit Hitam Melalui Figur Superhero.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja 7, no. 1 (2023): 18–36. https://doi.org/10.37368/ja.v7i1.535.
DOI: https://doi.org/10.52104/harvester.v11i1.391
Refbacks
- There are currently no refbacks.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
HARVESTER telah terindeks pada situs:
![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() | ![]() |
|


1.png)






